Perkembangan Janin 1 Minggu Kehamilan

Bagi pasangan suami istri, mendapatkan dua garis merah pada testpack adalah harapan terbesar dalam sebuah pernikahan. Nah, jika Anda sudah mendapatkannya, segeralah hitung berapa usia kehamilan agar tahu bagaimana perkembangan janin sesuai dengan usianya. Selain itu, Anda juga bisa mempersiapkan kebutuhan nutrisi serta kesehatan janin dan ibu selama masa kehamilan.

Perkembangan Janin 1 Minggu Kehamilan

perkembangan-janin-hamil-1-minggu

sumber: sayabunda.com

Sebenarnya, perkembangan janin 1 minggu berdasarkan pada perhitungan HPHT (Hari Pertama Haid terakhir) belum bisa diprediksi secara pasti. Pasalnya, pada kehamilan minggu pertama, pembuahan mungkin saja belum terjadi. Bahkan, tes kehamilan menggunakan test pack dan pemeriksaan pada dokter kandungan belum bisa mendeteksi janin secara pasti.

Yang perlu Anda pahami dalam hal ini adalah antara usia janin dan usia kehamilan adalah dua hal yang berbeda. Meski berdasarkan pada HPHT, janin belum terbentuk, akan tetapi sudah dihitung sebagai usia kehamilan minggu pertama. Sebab, pada saat tersebut, sebenarnya tubuh Anda sudah mempersiapkan diri untuk kehamilan.

Sedangkan usia janin sulit untuk diprediksi secara pasti. Pasalnya, tidak diketahui secara pasti kapan pembuahan terjadi. Bidan dan dokter pun hanya bisa memperkirakan usia janin dengan berdasar pada usia kehamilan ibu. Begitu juga dengan pemeriksaan USG yang hanya bisa memperkirakan usia janin tanpa jaminan 100% perhitungan tersebut benar-benar tepat.

Bisa disimpulkan bahwa usia janin bisa saja lebih besar atau kecil ketimbang usia kehamilan. Umumnya, pembuahan terjadi terhitung hari ke 11 hingga 21 sejak hari pertama haid terakhir. Meski begitu, kepastian usia janin tidak bisa dipastikan dengan akurat.

Perubahan Pada Tubuh

Sebenarnya, pada minggu pertama kehamilan, tubuh sedang mempersiapkan terjadinya ovulasi. Umumnya, hal tersebut terjadi pada 12 hingga 14 hari setelah haid. Sekedar informasi, ovulasi adalah pelepasan sel telur yang telah matang dari indung telur (ovarium).

Ovum atau sel telur kemudian terdorong menuju ke tuba falopi. Jika Anda memang merencanakan kehamilan, saat ovulasi inilah yang paling tepat untuk melakukan hubungan seksual. Sebaiknya tandai kalender Anda untuk memprediksi kapan berlangsungnya ovulasi.

Pada perkembangan janin 1 minggu kehamilan, tidak perlu Anda khawatir pada sesuatu apapun. Hanya saja, perhatikan pola makan yang sehat serta rutinlah untuk mengonsumsi vitamin prenatal Anda. Sebab, terpenuhinya asupan vitamin akan membuat janin lebih sehat.

Salah satu vitamin yang perlu diminum saat perkembangan janin 1 minggu kehamilan adalah asam folat. Nutrisi tersebut bisa mengurangi resiko cacat lahir akibat perkembangan tulang belakang dan otak yang tidak sempurna dengan istilah neural tube defects. Contohnya adalah spina bifida.

Dosis yang disarankan bagi wanita yang merencanakan kehamilan atau dalam tahap perkembangan janin 1 minggu kehamilan adalah kira-kira 400 microgram per hari. Akan tetapi, dosis bisa ditingkatkan pada wanita dengan riwayat spina bifida.

Kunjungan ke Dokter/Bidan

Saat mengunjungi dokter pada perkembangan janin 1 minggu kehamilan, Anda perlu mendiskusikan beberapa hal meliputi:

  • Obat Resep dan Non-Resep yang Digunakan

Jika Anda sedang dalam rencana kehamilan, maka sangat disarankan untuk berdiskusi terkait pengobatan yang sedang dijalani. Sebab, obat-obatan resep ataupun non-resep bisa memberikan dampak negatif bagi janin. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk menimbang resiko dan manfaat dari penghentian pengobatan.

Beberapa pertanyaan yang bisa Anda ajukan adalah:

  • Bolehkah saya meneruskan penggunaan obat-obatan resep dan non-resep ketika merencanakan kehamilan?
  • Apa yang perlu saya lakukan sebelum merencanakan untuk hamil?
  • Adakah vaksinasi yang perlu saya lakukan saat merencanakan kehamilan?
  • Tes yang Perlu Diketahui

Selain mendiskusikan tentang pengobatan yang dijalani, Anda juga perlu mengetahui tentang tes sebelum merencanakan kehamilan. Biasanya dokter akan menyarankan Anda melakukan pemeriksaan fisik yang lengkap. Meliputi:

  • Pap Smear : bisa mendeteksi penyebab apapun yang mempengaruhi kemungkinan bagi Anda untuk hamil
  • Tes Genetic : bisa mendeteksi penyakit genetic apapun yang mungkin diwariskan pada bayi. beberapa penyakit yang mungkin terdeteksi adalah thalassemia, anemia sel sabit, serta penyakit Tay-sachs.
  • Tes Darah : tes ini berguna untuk mendeteksi penyakit menular seksual maupun imunitas pada cacar air dan rubella. Hal ini menentukan apakah Anda memerlukan obat maupun imunisasi saat perencanaan kehamilan.

Dari ulasan di atas, Anda bisa tahu bahwa dokter akan memberikan panduan secara tepat demi mempersiapkan tubuh menyambut janin di kemudian hari.

Kesehatan dan Keselamatan

Ketika merencanakan kehamilan, tentu saja harapannya adalah Anda bisa hamil secara sehat selama 9 bulan kedepan. Namun, kenyataan justru sebaliknya, ketika hamil, sistem imun tidaklah sekuat saat Anda berada dalam kondisi yang normal.

Biasanya, tubuh lebih rentan akan resiko infeksi. Untuk itu, Anda perlu melakukan beberapa imunisasi sebelum merencanakan kehamilan. Terlebih saat perkembangan janin 1 minggu kehamilan. Berikut adalah beberapa jenis vaksin yang perlu Anda tahu:

  1. Vaksin Cacar

Virus cacar sangat mudah menular sehingga menyebabkan demam, ruam, serta rasa gatal dan tidak nyaman. Dari 2 persen ibu hamil yang terkena cacar ketika lima bulan pertama kehamilan, bayi yang lahir mengalami cacat lahir, termasuk juga anggota gerak badan yang tidak terbentuk sempurna.

Wanita yang mengalami cacar saat melahirkan juga bidan menularkan infeksi tersebut yang bisa mengancam nyawa sang bayi. Namun, vaksin ini sama sekali tidak aman dilakukan ketika Anda sedang hamil. Sebaiknya, periksakan ke dokter sebelum Anda merencanakan kehamilan.

  1. Vaksin Campak, Gondok, dan Rubella atau Measles, Mumps, dan Rubella (MMR)

Tanda-tanda dari penyakit campak adalah batuk, demam ringan, serta hidung yang terus mengeluarkan ingus. Disertai juga dengan ruam kecil berwarna merah dalam beberapa hari kemudian.

Gondok juga merupakan virus yang sangat menular. Penyakit ini menyebabkan bengkaknya kelenjar ludah. Jika Anda terinfeksi ketika hamil, maka risiko keguguran menjadi semakin tinggi.

Rubella pun demikian, virus yang disebut juga dengan penyakit campak Jerman ini menyebabkan gejala yang mirip dengan flu. Diikuti juga dengan ruam pada kulit. Dari 85% bayi dan ibu yang terkena penyakit rubella pada trimester pertama bisa mengalami cacat lahir yang sangat serius.

Diantaranya kehilangan pendengaran serta disabilitas intelektual. Vaksin ini tidak aman diberikan dalam keadaan hamil. Biasanya, Anda akan disuruh menunggu sampai 3 bulan setelah vaksin MMR sebelum merencanakan kehamilan. Sebaiknya, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

  1. Suntikan Flu

Pada masa kehamilan, suntikan flu sangat dianjurkan oleh Centers of Disease Control and Prevention (CDC). Suntik flu bisa membuat virus mati sehingga tidak membahayakan bayi Anda. sebaiknya hindari vaksin flu semprotan hidung atau FluMist.

Kemungkinan komplikasi serius bisa terjadi jika Anda terkena flu tipe apapun ketika hamil. Salah satunya adalah pneumonias yang bisa mengancam jiwa serta meningkatkan risiko kelahiran prematur.

Vaksin flu aman dilakukan ketika hamil. Dalam penelitian disebutkan bahwa mendapat vaksin flu ketika hamil bisa memberi perlindungan pada bayi setelah lahir.

Sudah siapkah Anda merencanakan kehamilan? Persiapkan segala yang terbaik untuk bayi Anda sejak perkembangan janin 1 minggu kehamilan agar Anda dan bayi selalu sehat dan lahir dengan sempurna tanpa kurang suatu apapun.

Leave a Reply