Perkembangan Janin 2 Minggu Kehamilan

Selamat Bunda untuk kehamilan usia 2 minggu. Hari-hari ini pasti masih terasa euforia saat mengetahui bahwa ada kehidupan kecil di dalam rahim Anda. Nah, pada usia kehamilan saat ini, Anda harus lebih bisa menjaga kesehatan dan memenuhi nutrisi untuk calon bayi Anda. pun, perlu memperhatikan beberapa hal. Simaklah informasi berikut ini supaya Anda lebih siap menghadapi perkembangan janin 2 minggu kehamilan.

Baca Juga: Perkembangan Janin 1 Minggu Kehamilan

Perkembangan Janin 2 Minggu Kehamilan

Perkembangan Janin 2 Minggu Kehamilan

Usia dua minggu kehamilan sudah tiba ya, Bunda! Pada saat ini, perkembangan janin 2 minggu kehamilan sudah memasuki tahap terbentuknya janin. Seperti yang Anda ketahui, janin akan terbentuk apabila sel telur bertemu dengan sperma pasangan Anda.

Jika sudah mengalami proses pembuahan, maka akan terbentuk jaringan yang terdiri dari 100 sel. Nah, itulah yang nantinya akan menjadi cikal bakal janin. Setelah melakukan pembelahan dan memperbanyak sel, embrio lantas menempel pada rahim, yaitu tempat terbaik untuk tumbuh kembangnya selama masa kehamilan.

Tahukah Anda? pada perkembangan janin 2 minggu kehamilan, jenis kelamin si kecil sudah mulai ditentukan lho! Namun, sayangnya, kepastiannya belum bisa diketahui jika usia kehamilan belum mencapai 15 minggu. Jadi, harap bersabar untuk bisa tahu apakah calon adik bayi berjenis kelamin perempuan atau laki-laki.

Pasti Anda penasaran bagaimana proses terbentuknya jenis kelamin janin. Nah, sebetulnya, setiap orang memiliki 46 kromosom yang nantinya akan membangun material genetic. Dari 46 kromosom tersebut, ada 2 kromosom penentu jenis kelamin. Biasanya kromosom itu dikenal sebagai kromosom seks.

Asal Bunda tahu, 2 kromosom tersebut masing-masing dibawa oleh sel telur dan juga sperma. Sel telur milik Anda hanya memiliki satu jenis kromosom saja, yaitu kromosom X. Beda halnya dengan kromosom yang dibawa oleh sel sperma. Kromosom yang disebut dengan kromosom X dan Y terdapat dalam sel yang diproduksi oleh organ vital laki-laki.

Jenis kelamin janin Anda ditentukan oleh sel sperma yang membuahi ovum atau sel telur. Kalau sel telur dibuahi oleh kombinasi kromosom XX, maka yang terlahir adalah jenis kelamin perempuan. Lain halnya dengan kromosom XY pada sel sperma yang membuahi sel telur, maka yang akan dilahirkan nantinya adalah bayi berjenis kelamin laki-laki.

Wah, jadi penasaran ya Bunda!

Perubahan Pada Tubuh

Pada masa perkembangan janin 2 minggu kehamilan, sebenarnya kondisi fisik tubuh Anda belum terdapat perubahan yang berarti. Pasalnya, tubuh Anda sudah siap untuk melakukan pembuahan. Bisa diartikan bahwa sel telur mulai dilepaskan dan siap dibuahi.

Kondisi pada rahim Anda juga sudah lebih siap lagi. Lapisan rahim menebal demi mempersiapkan tempat bayi Anda di dalam kandungan.

Gunakanlah tes ovulasi untuk mengetahui waktu yang paling tepat untuk memulai pembuahan. Selama berhubungan seksual, sebenarnya hanya akan ada satu sperma yang berhasil membuahi sel telur. Nah, apabila pembuahan berhasil maka sel telur yang telah bertemu dengan sperma akan menempati lapisan kandungan Anda.

Pada kondisi ini, Anda perlu memperhatikan beberapa hal. Pertama, terkait tanda kehamilan yang mungkin terjadi. Perlu Anda ketahui bahwa pada setiap wanita memiliki tanda yang berbeda-beda. Kebanyakan wanita memang merasa mual pada pagi hari atau disebut dengan morning sickness.

Akan tetapi, beberapa wanita tidak mengalami hal tersebut, sehingga kepastian kehamilan tidak bisa dilihat hanya dari tanda-tanda yang dialami saja.

Kedua, pastikan kehamilan Anda dengan memperhatikan siklus menstruasi. Ya, jika terang-terang masa haid Anda terlambat, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter kandungan. Namun, sebelumnya, boleh juga melakukan tes secara mandiri menggunakan testpack.

Kunjungan ke Dokter/Bidan

Pada perkembangan janin 2 minggu kehamilan, mungkin saja sel telur Anda sudah dibuahi. Namun, bisa juga hal tersebut belum terjadi. Untuk memastikannya, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Ceritakan padanya bahwa Anda sedang mencoba untuk hamil.

Nantinya, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan terkait riwayat medis. Anda tidak perlu khawatir, sebab dokter akan membantu Anda memberikan solusi jika ternyata ada beberapa kondisi medis yang membuat Anda perlu berhati-hati terhadap kehamilan.

Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan secara umum bagi Anda. Saat sedang menjalani pemeriksaan fisik, beritahulah pada dokter tentang beberapa hal berikut ini:

  • Apakah Anda pernah mengalami penyakit
  • Apakah Anda sedang menjalani pengobatan.

Dengan memberikan informasi tersebut, Anda akan lebih mudah mempersiapkan kehamilan.

Sejumlah tes yang akan Anda lakukan bersama dokter diantaranya:

  • Pemeriksaan Ovulasi: dikarenakan setiap wanita tidak memiliki siklus menstruasi yang sama. Ada yang memiliki siklus dalam 21 hari ataupun 28 hari. Apabila Anda merencanakan kehamilan, maka pemeriksaan ovulasi cukup efektif untuk membantu proses kehamilan. Pasalnya, pemeriksaan ini efektif menentukan waktu terbaik berhubungan intim dan memiliki peluang hamil lebih besar.
  • Tes Kehamilan: setelah sel telur Anda dibuahi oleh sperma, membutuhkan beberapa minggu untuk mengetahui kehamilan secara pasti. Tes kehamilan perlu dilakukan ketika Anda tidak dalam kondisi menstruasi. Namun, beberapa kasus bisa saja terjadi seminggu setelahnya. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter terkait masalah ini.

Kesehatan dan Keselamatan

Untuk menjaga kesehatan dan keselamatan selama perkembangan janin 2 minggu kehamilan, perlu Anda ketahui beberapa hal. Nah, pada masa ini, sebenarnya Anda mungkin belum mengetahui dengan pasti apakah terjadi kehamilan ataupun tidak.

Sehingga, Anda perlu berhati-hati pada faktor-faktor yang bisa membahayakan keselamatan janin. Tentu saja, Anda tidak mau ‘kan jika terjadi sesuatu yang berakibat buruk pada calon bayi Anda?

Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan betul-betul untuk memastikan keamanan pada masa kehamilan Anda. Berikut ulasannya:

  1. Alkohol, Obat-Otan dan Asap Rokok

Sudah menjadi pengetahuan umum jika alkohol, obat-obatan, serta produk tembakau cukup membahayakan bagi janin dan kandungan Anda. beberapa akibat yang bisa diperoleh bagi orang yang mengonsumsi benda-benda tersebut adalah mengurangi kesuburan. Meningkatkan risiko keguguran, juga bisa menyebabkan kecacatan janin.

Umumnya, kecacatan yang mungkin timbul adalah sindrom keracunan janin karena alkohol, kelahiran bayi dengan berat badan yang rendah, serta masalah pada organ pernapasan.

  1. Obat Pereda Rasa Nyeri atau Analgesik

Demam dan sakit kepala adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari bahkan ketika perkembangan janin 2 minggu kehamilan. Tak jarang Anda langsung mengambil obat analgesic semisal ibuprofen dan paracetamol.

Waspadalah terhadap obat-obatan tersebut. Sebab, mengonsumsi terlalu banyak obat analgesic tidak cukup aman bagi ibu hamil. Pun, bisa mengendap selama beberapa hari di dalam tubuh sang ibu.

Perlu Anda ketahui, komposisi di dalam obat-obatan tersebut berpeluang mengurangi kesuburan. Juga bisa membahayakan perkembangan janin. Sebaiknya konsultasikan hal tersebut dengan dokter kandungan maupun apoteker.

Sudahkah Anda mempersiapkan diri dan kesehatan demi calon buah hati? Di masa perkembangan janin 2 minggu kehamilan ini, perbanyak konsumsi makanan sehat dan hindari berbagai pemicu turunnya kesuburan ya, Bunda! Semoga bermanfaat.

Sumber : https://www.parents.com/pregnancy/week-by-week/2/

Leave a Reply